Minggu, 12 November 2017

Usaha Keras Pasti Tak Akan Menghianati




Bel istirahat berbunyi pertanda pelajaran sudah usai. Seluruh siswa kelas XII TKJ 1 pun bergegas menuju kantin, mengisi perut yang mulai keroncongan. Dalam perjalanan menuju kantin nampak beberapa mahasiswa mengenakan jas almamater berwarna kuning sedang duduk di depan perpustakaan. Wajah mereka sudah tidak asing lagi, ternyata mereka alumni SMK Negeri 1 Banyumas angkatan 2016. Aku dan tiga sahabat terbaiku hanya tersenyum tipis kepada mereka dan segera bergegas membeli makan siang. Setelah perut terisi kami kembali ke kelas tercinta. Ternyata khusus untuk kelas 12 diadakan sosialisasi dari kampus dan perusahaan penyalur tenaga kerja. Suka tidak suka kami semua harus mengikutinya. Entah kenapa pada saat itu aku tidak merasa semangat.

Aula Suhaimi dipenuhi oleh siswa kelas 12 yang akan mengikuti sosialisasi. Sosialisasi pertama datang dari salah satu kampus ternama di Purwokerto. Sosialisasi memang berjalan lancar namun kurang menarik. Mungkin karena mahasiswa yang menyampaikan materi kurang bisa membawakannya dengan menarik. Sosialisasi kedua dari kampus juga, namun bukan berasal dari purwokerto lagi, melainkan Semarang. Kesan pertama cukup baik, setidaknya terlihat lebih menarik dari sosialisasi sebelumnya. Mahasiswa dalam memperkenalkan UNNES juga sangat jelas. Pada saat itu belum ada rencana sama sekali kuliah di UNNES.
Pendaftaran SNMPTN telah dibuka, semua siswa diwajibkan mengikutinya. Setelah melalui beberapa tahapan seperti mengunggah nilai dan sebagainya, akhirnya tiba waktunya pengumuman siswa yang bisa melanjutkan mendaftar SNMPTN. Memang tidak semua bisa melanjutkan tahap selanjutnya, karena yang boleh mengikuti SNMPTN hanya 75 % untuk akreditasi A dan 50 % untuk akreditasi B. Ruang kelas tiba-tiba menjadi sangat ramai karena sebagian siwanya tidak bisa mengikuti SNMPTN, belum rezekinya. Tidak disangka ternyata aku bisa mengikuti SNMPTN, berita yang sangat baik tentunya. Karena aku berasal dari SMK, guru BK menyarankan untuk mengambil jurusan yang sama seperti di SMK. Teknik komputer dan jaringan itulah jurusanku. Apa boleh buat aku harus mendaftar di jurusan tersebut.
Dalam SNMPTN hanya boleh memilih dua kampus dan tiga jurusan. Aku memutuskan utuk memilih jurusan PTIK karena sesuai dengan jurusanku di SMK. Pilihan kedua ilmu komunikasi dan pilihan ketiga bahasa jawa. Untuk kampusnya sendiri aku memilih salah satu kampus negeri di Jogja dan Surakarta. Aku sebenarnya ingin masuk kuliah dijurusan ilmu komunikasi. Sebenarnya bukan karena berpengalaman di dunia broadcasting, tapi ingin mempelajari lebih dalam dunia broadcasting. Menjadi pembawa berita TV, reporter, wartawan, dan semua yang memakai seragam pertelivisian itulah impianku. Sampai pada waktu pengumuman SNMPTN tiba, aku membuka web pengumuman dan log in. Ternyata pengumuman tersebut menyatakan aku tidak lolos seleksi SNMPTN. Sempat aku ingin menangis dan berputus asa. Namun jika aku terus seperti ini tidak ada gunanya, hanya akan memperburuk keadaan saja.
Masih ada kesempatan kedua yaitu SBMPTN. aku banyak mendengar kalau soal SBMPTN itu sangat sulit. Pertama aku merasa pesimis mengikuti SBMPTN, tapi aku meyakinkan diriku bahwa aku pasti bisa melakukannya. Di sekolahku banyak teman-teman yang mendaftar bidikmisi. Aku juga berminat dan mencoba mendaftar melalui guruku. Guruku menyarankan agar mengikuti SBMPTN reguler saja, karena peluang diterimanya lebih besar. Tapi aku tetap mendaftar bidikmisi, karena dalam pikiranku kalau bidikmisinya tidak diterima ya sudah setidaknya aku sudah berusaha. Saat mendaftar SBMPTN aku masih ingin masuk jurusan ilmu komunikasi. Setelah berdiskusi dengan orang tuaku, mereka menyarankan agar kuliah jurusan pendidikan saja. Akhirnya aku memutuskan untuk mendaftar di prodi PBSI UNNES, ilmu komunikasi, dan sastra indonesia. Saat pengumuman tiba, aku dinyatakan diterima di prodi PBSI UNNES. Perasaanku saat itu antara senang dan sedih, senang karena lulus SBMPTN dan sedih karena tidak masuk jurusan ilmu komunikasi.
Perjuanganku tidak berhenti disitu saja, masih ada banyak hal yang harus dilakukan setelah diterima SBMPTN. Ada banyak data yang harus diisi dan diunggah. Apalagi bagi yang mendaftar bidikmisi, data yang dimasukan lebih detail lagi. Setelah pengisian data selesai lalu dicetak dan dikirim melalui kantor pos dengan tujuan UNNES. Bagi yang mendaftar bidikmisi diadakan survei ke rumah oleh pihak UNNES. kebetulan pada saat survei aku sedang berada di Semarang, menemani sahabatku UM di UNNES. Beberapa hari setelah survei, diumumkan siapa saja yang diterima bidikmisi. Dalam pengumuman tersebut menyatakan bahwa aku tidak diterima sebagai mahasiswa baru jalur SBMPTN dengan pembiayaan bidikmisi. Yang membuatku merasa bingung adalah adanya pernyataan jika anda masih berminat kuliah di UNNES silahkan mengikuti seleksi mandiri. Aku mengikuti perintah yang ada di web tersebut untuk mengunduh berkas yang berisi pernyataan kesanggupan membayar UKT lalu mengirimkannya melalui kantor pos. Bagi mahasiswa yang mengirimkan berkas diadakan wawancara penentuan UKT didampingi oleh orang tua. Aku dan ibuku mengikuti wawancara tersebut dengan hasil UKT disamaratakan untuk semua mahasiswa baru gagal bidikmisi yaitu 2,4 juta. Dan sekarang aku sudah menjadi mahasiswa prodi PBSI Universitas Negeri Semarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar