Bel istirahat berbunyi pertanda pelajaran sudah usai. Seluruh siswa
kelas XII TKJ 1 pun bergegas menuju kantin, mengisi perut yang mulai
keroncongan. Dalam perjalanan menuju kantin nampak beberapa mahasiswa
mengenakan jas almamater berwarna kuning sedang duduk di depan perpustakaan.
Wajah mereka sudah tidak asing lagi, ternyata mereka alumni SMK Negeri 1
Banyumas angkatan 2016. Aku dan tiga sahabat terbaiku hanya tersenyum tipis
kepada mereka dan segera bergegas membeli makan siang. Setelah perut terisi
kami kembali ke kelas tercinta. Ternyata khusus untuk kelas 12 diadakan
sosialisasi dari kampus dan perusahaan penyalur tenaga kerja. Suka tidak suka
kami semua harus mengikutinya. Entah kenapa pada saat itu aku tidak merasa
semangat.
Aula Suhaimi dipenuhi oleh siswa kelas 12 yang akan mengikuti
sosialisasi. Sosialisasi pertama datang dari salah satu kampus ternama di
Purwokerto. Sosialisasi memang berjalan lancar namun kurang menarik. Mungkin
karena mahasiswa yang menyampaikan materi kurang bisa membawakannya dengan
menarik. Sosialisasi kedua dari kampus juga, namun bukan berasal dari
purwokerto lagi, melainkan Semarang. Kesan pertama cukup baik, setidaknya
terlihat lebih menarik dari sosialisasi sebelumnya. Mahasiswa dalam
memperkenalkan UNNES juga sangat jelas. Pada saat itu belum ada rencana sama
sekali kuliah di UNNES.
Pendaftaran SNMPTN telah dibuka, semua siswa diwajibkan
mengikutinya. Setelah melalui beberapa tahapan seperti mengunggah nilai dan
sebagainya, akhirnya tiba waktunya pengumuman siswa yang bisa melanjutkan
mendaftar SNMPTN. Memang tidak semua bisa melanjutkan tahap selanjutnya, karena
yang boleh mengikuti SNMPTN hanya 75 % untuk akreditasi A dan 50 % untuk
akreditasi B. Ruang kelas tiba-tiba menjadi sangat ramai karena sebagian
siwanya tidak bisa mengikuti SNMPTN, belum rezekinya. Tidak disangka ternyata
aku bisa mengikuti SNMPTN, berita yang sangat baik tentunya. Karena aku berasal
dari SMK, guru BK menyarankan untuk mengambil jurusan yang sama seperti di SMK.
Teknik komputer dan jaringan itulah jurusanku. Apa boleh buat aku harus
mendaftar di jurusan tersebut.
Dalam SNMPTN hanya boleh memilih dua kampus dan tiga jurusan. Aku
memutuskan utuk memilih jurusan PTIK karena sesuai dengan jurusanku di SMK.
Pilihan kedua ilmu komunikasi dan pilihan ketiga bahasa jawa. Untuk kampusnya
sendiri aku memilih salah satu kampus negeri di Jogja dan Surakarta. Aku
sebenarnya ingin masuk kuliah dijurusan ilmu komunikasi. Sebenarnya bukan karena
berpengalaman di dunia broadcasting, tapi ingin mempelajari lebih dalam dunia
broadcasting. Menjadi pembawa berita TV, reporter, wartawan, dan semua yang
memakai seragam pertelivisian itulah impianku. Sampai pada waktu pengumuman
SNMPTN tiba, aku membuka web pengumuman dan log in. Ternyata pengumuman
tersebut menyatakan aku tidak lolos seleksi SNMPTN. Sempat aku ingin menangis
dan berputus asa. Namun jika aku terus seperti ini tidak ada gunanya, hanya
akan memperburuk keadaan saja.
Masih ada kesempatan kedua yaitu SBMPTN. aku banyak mendengar kalau
soal SBMPTN itu sangat sulit. Pertama aku merasa pesimis mengikuti SBMPTN, tapi
aku meyakinkan diriku bahwa aku pasti bisa melakukannya. Di sekolahku banyak
teman-teman yang mendaftar bidikmisi. Aku juga berminat dan mencoba mendaftar
melalui guruku. Guruku menyarankan agar mengikuti SBMPTN reguler saja, karena
peluang diterimanya lebih besar. Tapi aku tetap mendaftar bidikmisi, karena
dalam pikiranku kalau bidikmisinya tidak diterima ya sudah setidaknya aku sudah
berusaha. Saat mendaftar SBMPTN aku masih ingin masuk jurusan ilmu komunikasi.
Setelah berdiskusi dengan orang tuaku, mereka menyarankan agar kuliah jurusan
pendidikan saja. Akhirnya aku memutuskan untuk mendaftar di prodi PBSI UNNES,
ilmu komunikasi, dan sastra indonesia. Saat pengumuman tiba, aku dinyatakan
diterima di prodi PBSI UNNES. Perasaanku saat itu antara senang dan sedih,
senang karena lulus SBMPTN dan sedih karena tidak masuk jurusan ilmu
komunikasi.
Perjuanganku tidak berhenti disitu saja, masih ada banyak hal yang
harus dilakukan setelah diterima SBMPTN. Ada banyak data yang harus diisi dan
diunggah. Apalagi bagi yang mendaftar bidikmisi, data yang dimasukan lebih
detail lagi. Setelah pengisian data selesai lalu dicetak dan dikirim melalui kantor
pos dengan tujuan UNNES. Bagi yang mendaftar bidikmisi diadakan survei ke rumah
oleh pihak UNNES. kebetulan pada saat survei aku sedang berada di Semarang,
menemani sahabatku UM di UNNES. Beberapa hari setelah survei, diumumkan siapa
saja yang diterima bidikmisi. Dalam pengumuman tersebut menyatakan bahwa aku
tidak diterima sebagai mahasiswa baru jalur SBMPTN dengan pembiayaan bidikmisi.
Yang membuatku merasa bingung adalah adanya pernyataan jika anda masih berminat
kuliah di UNNES silahkan mengikuti seleksi mandiri. Aku mengikuti perintah yang
ada di web tersebut untuk mengunduh berkas yang berisi pernyataan kesanggupan
membayar UKT lalu mengirimkannya melalui kantor pos. Bagi mahasiswa yang
mengirimkan berkas diadakan wawancara penentuan UKT didampingi oleh orang tua.
Aku dan ibuku mengikuti wawancara tersebut dengan hasil UKT disamaratakan untuk
semua mahasiswa baru gagal bidikmisi yaitu 2,4 juta. Dan sekarang aku sudah
menjadi mahasiswa prodi PBSI Universitas Negeri Semarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar